Selasa, 12 Februari 2013

Pendakian Gunung Merapi Jalur Selo 15-16 Desember 2012

Pendakian Gunung Merapi Jalur Selo 15-16 Desember 2012

Bermula dari ajakan teman yang sedang berada dikalimantan, Said namanya teman sekolah saya waktu SMK. Setelah dia melihat foto-foto mendaki gunung merapi di facebook saya, dia tertarik dan berpesan “liburan cuti nanti muncak ke merapi donk,,,,,” aku pun mengiyakannya.
Setelah saya mendapatkan kabar tanggal kepulangan darinya, aku tak lupa mengingatkannya “id jadi gak muncak ke merapi?” Setelah sepakat, saya segera mempersiapkan peralatan hiking saya seperti carier, tenda (dome), kompor & methanol, nesting, dan perlengkapan lainnya.
 Ternyata ada satu lagi teman saya SMK yang tertarik setelah tahu bahwa Said dan saya akan mendaki merapi. Namanya Nur, juga teman sekerja Said di Kalimantan. Saya juga mengajak saudara saya yang masih sepupu, Soni namanya. Jadi kita mendaki gunung merapi ber empat.

Sabtu, 15 Desember ‘12
Sore hari cuaca yang kurang mendukung pukul 16.00 WIB. Hujan turun membasahi halaman rumah ketika saya menunggu kedatangan teman-teman dan saya bertanya dalam diri sendiri “hujan, bagaimana ini jadi tidak?” karena perjanjian kita jam 16.00 berkumpul dirumah saya, dan teman-teman belum kunjung datang. Tidak lama kemudian Said tiba dirumahku, ia masih hafal jalan menuju rumah saya walaupun sedikit kebablasan. Setelah itu Nur telfon saya “rumahmu dimana? Aku sudah di perempatan desa” saya pun menjemput dia. Tinggal menunggu kepulangan Soni dari kursus. Setelah Soni tiba kami segera menyiapkan perlengkapan kami masing-masing. Kami menyiapkan packing basah untuk mengantisipasi hujan agar barang-barang bawaan kami didalam tas tidak basah.
 Pukul 16.30 kami berangkat dengan berboncengan memakai 2 motor, saya berboncengan dengan Said dan Soni berboncengan dengan Nur. Kami dari tawangsari mengambil jalan juwiring – delanggu – sawit – boyolali – cepogo – selo. Hujan gerimis mengguyur kami selama perjalanan dan hari pun semakin gelap. Setelah hampir 2 jam perjalan tanpa beristirahat kami sampai di petigaan joglo selo, hujanpun juga reda. Tepatnya pukul 18.15 kami berhenti di sebuah masjid untuk sholat magrib dan sekalian dijamak dengan sholat isya’.
Pemberhentian untuk ibadah Setalah usai sholat kami segera naik ke basecamp untuk tempat singgah sebelum pendakian. Untung kami membawa bekal nasi bungkus dari rumah, sehingga tidak perlu njajan untuk mengisi perut kami yang lapar. Setelah makan, kami menyiapkan perlengkapan kami, seperti memakai kaos kaki, kaos tangan, jaket, dan perlengkapan lainnya.
Di basecamp sebelum pendakian Kami memulai pendakian pukul 20.30, atas permintaan teman Said yang kelelahan mencari toilet untuk kencing (karena harus turun ke masjid). Setelah membayar tiket 5.000 @orang, kami memulai pendakian dengan berdo’a terlebih dahulu. Hawa dingin yang menembus pakaian kami terasa pada awal perjalanan, namun dengan perlahan tapi pasti hawa dingin tersebut hilang tergantikan keringat karena kalori yang terbakar selama perjalanan.
Awal pendakian 30 menit perjalanan menyusuri jalan yang sudah beraspal kami tiba di NEW SELO, namun semuanya gelap tiada orang disana. “Kaya tulisan BOLLY WODD” kata salah satu teman saya, kami pun menyempatkan foto bersama
NEW SELO Tidak berlama – lama kami pun melanjutkan perjalanan, sepanjang perjalanan kami banyak berhenti, tertawa, melempar banyak cerita, merasakan hawa dingin yang disertai butiran air, angin dingin yang berhembus menembus pakaian, terangnya bintang dilangit, dan pemandangan kota yang terlihat elok dari atas. Tak lupa merenungkan betapa besar penciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Menjumpai banyak kawan yang mendahului selama perjalanan (maklum teman-teman saya pemula, jadi harus sabar untuk menuju puncak di esok hari). Untung terdapat jalur alternatif dalam pendakian itu, kami melewati jalur alternatif tersebut yang membuat perjalanan kami semakin cepat.

Minggu, 16 Desember ‘12
Kurang lebih lama perjalanan kami memerlukan 5.30 jam untuk sampai dipasar bubrah, tepatnya pukul 02.00 pagi. Kami pun segera mencari tempat yang rata untuk mendirikan tenda peristirahatan. Sebelum tidur saya tak lupa menyalakan alarm pukul 03.30 dan makan sedikit roti untuk mengisi perut yang lapar. Terdengar suara angin dilur sana yang menerpa tenda kami, dengan suasana yang gelap dan hening serta kondisi fisik yang lelah membuat kami lekas tertidur walaupun terasa hawa yang sangat dingin.
Alarm berbunyi, saya bergegas bangun membuka pintu tenda. Kabut yang tebal, membuat jarak pandang mata saya terbatas. Untuk menghilangkan rasa dingin, saya berusaha menyalakan api unggun dengan kayu yang telah dibawa teman-teman selama perjalan kami. Susahnya menyalakan api,,,,, Selama itu terdapat teman-teman yang baru sampai di pasar bubrah dan sedang mencari tempat untuk mendirikan tenda, padahal kami sudah sempat tidur,, hehehe.
Hari semakin pagi, kabutpun semakin menghilang. Pukul 04.00 saya membangunkan teman-teman untuk melaksanakan sholat subuh dan menikmati api unggun untuk menghangatkan badan.
@pasar bubrah Setelah usai sholat, kami mempersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang kami perlukan untuk mendaki puncak (jangan membawa semua perlengkapan) pukul 4.30. Walaupun sedikit barang bawaan kami, mendaki puncak terasa berat karena medan yang kami lewati berpasir dan sangat terjal.
Rela berjalan merangkak demi puncak merapi Langit mulai terlihat terang, bertanda sun rice sebentar lagi. Kami pun mengerahkan tenaga kami untuk tetap mendaki medan tersebut. Al hasil karena memerlukan waktu 1.5 jam untuk mencapai puncak, kami menikmati suasana sunrice ditengah perjalan ke puncak dan itu pun sudah terlihat begitu indah sekali…..
Suasana Sun Rice Kami berhenti untuk menikmati suasana detik-detik munculnya sunrice, dan kami pun tidak melewatkannya dengan mengabadikan suasana itu kedalam sebuah gambar foto.
Setelah matahari mulai menjulang, kami pun melanjutkan perjalan ke puncak. Tercium bau belerang yang menyengat tertanda puncak sudah dekat. Kami tiba di puncak pukul 06.00 subhanallaah,,, dari sini terlihat kawah gunung merapi yang begitu besar dan terlihat gunung merbabu yang menjulang tinggi di depan sana. “Ingin rasanya melompat hingga sampai puncak merbabu,, hhahahaha”. Terlihat juga pasar bubrah yang begitu luas ternyata.
Lama kami berada di puncak untuk memuas-muaskan diri selagi dipuncak merapi. Dipuncak kami bertemu teman-teman dari segala penjuru, disana kami mengambil banyak foto dan membuat kopi ,,, h haha
Foto berssama di puncak merapi Pukul 09.00 kami segera mulai turun dari puncak menuju tenda kami, karena cuaca sore yang sering hujan. Kami beristirahat dengan membuat masakan dan memakan nasi kemarin sore (tidak basi ternyata). Di sekitar tenda kami ternyata sudah ramai sekali, terdapat rombongan dari UNS, Boyolali, Jogja, dan lain-lain.
Seusai makan kami segera membereskan barang-barang kami. Barang-barang harus dipacking semuanya, dan jangan sampai meninggalkan sampah kulit permen sekalipun.
Pasar Bubrah Pukul 10.00 kami mulai turun dari pasar bubrah, ternyata pemandangan juga sangat indah sekali, terlihat hamparan awan putih dan bukit-bukit yang panjang untuk kami lewati.
Hujanpun menemani kami selama perjalanan turun, seraya suara petir yang mengelegar ditelinga kami, jalan pun menjadi tempat aliran air yang membuat jalan menjadi licin. Secara perlahan tapi pasti kami langkahkan kaki dengan penuh hati-hati, mencari tumpuan yang kuat agar tidak terpeleset.
Sesampai pos 1 terdapat dua orang wanita yang belum kami kenal meminta untuk turun bersama, perjalanan menjadi lebih santai. Walaupun belum saling kenal tapi mengasikkan, sampai-sampai lupa untuk menanyakan namanya. Kami terpisah di NEW SELO, kedua wanita itu menunggu temannya yang belum turun. Kamipun segera turun untuk segera beristirahat dan membersihkan diri. Pukul 13.15 kami tiba di basecamp, kemudian membersihkan diri masing-masing, pesan teh hangat dan istirahat sebentar unntuk perjalanan pulang. Biaya basecamp, parkir, dan teh hangat 35.000,-
Setelah pukul 15.00 kami segera pulang, berhenti dahulu dimasjid yang kemarin untuk menjamak sholat. Seusai sholat kami melanjutkan perjalan pulang, dan sampai dirumah pukul 17.00….

Demikian pendakian kami, walaupun melelahkan tetapi tidak menyesal dengan apa yang telah kami rasakan ,,,, sampai jumpa kembali kawan,,,

 Peserta 4 orang
Ticket @orang 5.000
Parkir @sepeda 5.000
Makan mie telor + minum @orang 6.000
Stiker @ 2.500

Alokasi waktu perjalanan naik (termasuk istirahat) :
Basecamp – Pasar bubrah                 : 5jam 30menit
Pasar bubrah – puncak                      : 2jam
Alokasi waktu perjalanan naik total  : 7jam 30menit

 Alokasi waktu perjalanan turun (termasuk istirahat) :
Puncak – Pasar bubrah                       : 35menit
Pasar bubrah - Basecamp                   : 3jam 15menit
Alokasi waktu perjalanan turun total : 3jam 45menit

1 komentar: